Minggu, 08 November 2015

Adegan Panas tampa sensor Mia Miniarti dalam film jadul



               






Ketelitian Jangka sorong  adalah : 1 bagian Skala utama, dibagi sebanyak jumlah skala nonius = 1/50 = 0,02 mm (maka : 1 skala nonius = 0,02 mm)
A. Hasil pengukuran suatu benda kerja dengan menggunakan  jangka sorong ketelitian 1/50 mm (0,02 mm) adalah  :
https://suryaputra2009.files.wordpress.com/2012/03/3-76.jpg?w=300&h=102
Skala Utama = 3 mm dan Skala nonius = 38 x 0,02 mm = 0,76 mm. Maka hasil pengukuran jangka sorong diatas adalah 3 + 0,76 = 3, 76 mm.
B. Hasil pengukuran suatu benda kerja dengan menggunakan  jangka sorong ketelitian 1/50 mm (0,02 mm) adalah  :
https://suryaputra2009.files.wordpress.com/2012/03/12-56.jpg?w=300&h=116
Skala Utama = 12 mm dan Skala nonius = 28x 0,02 mm = 0,56 mm. Maka hasil pengukuran jangka sorong diatas adalah 12 + 0,56 = 12, 56 mm.
C. Hasil pengukuran suatu benda kerja dengan menggunakan  jangka sorong ketelitian 1/50 mm (0,02 mm) adalah  :
https://suryaputra2009.files.wordpress.com/2012/03/13-24.jpg?w=300&h=107
Skala Utama = 13 mm dan Skala nonius = 12x 0,02 mm = 0,24 mm. Maka hasil pengukuran jangka sorong diatas adalah 13 + 0,24 = 13, 24 mm.
D. Hasil pengukuran suatu benda kerja dengan menggunakan  jangka sorong ketelitian 1/50 mm (0,02 mm) adalah  :
https://suryaputra2009.files.wordpress.com/2012/03/18-24.jpg?w=300&h=102
Skala Utama = 18 mm dan Skala nonius = 12x 0,02 mm = 0,24 mm. Maka hasil pengukuran jangka sorong diatas adalah 18 + 0,24 = 18, 24 mm.
Ketelitian Jangka sorong  adalah : 1 bagian Skala utama, dibagi sebanyak jumlah skala nonius = 1/20 = 0,05 mm (maka : 1 skala nonius = 0,05 mm)
A. Hasil pengukuran suatu benda kerja dengan menggunakan  jangka sorong ketelitian 1/20 mm (0,05 mm) adalah  :
https://suryaputra2009.files.wordpress.com/2012/03/12-25.jpg?w=300&h=106
Skala Utama = 12 mm dan Skala nonius = 5 x 0,05 mm = 0,25 mm. Maka hasil pengukuran jangka sorong diatas adalah 12 + 0,25 = 12, 25 mm.
B. Hasil pengukuran suatu benda kerja dengan menggunakan  jangka sorong ketelitian 1/20 mm (0,05 mm) adalah  :
https://suryaputra2009.files.wordpress.com/2012/03/16-35.jpg?w=300&h=109
Skala Utama = 16 mm dan Skala nonius = 7 x 0,05 mm = 0,35 mm. Maka hasil pengukuran jangka sorong diatas adalah 16 + 0,35 = 16, 35 mm.
C. Hasil pengukuran suatu benda kerja dengan menggunakan  jangka sorong ketelitian 1/20 mm (0,05 mm) adalah  :
https://suryaputra2009.files.wordpress.com/2012/03/21-15.jpg?w=300&h=109
Skala Utama = 21 mm dan Skala nonius = 3 x 0,05 mm = 0,15 mm. Maka hasil pengukuran jangka sorong diatas adalah 21 + 0,15 = 21, 15 mm.
D. Hasil pengukuran suatu benda kerja dengan menggunakan  jangka sorong ketelitian 1/20 mm (0,05 mm) adalah  :
https://suryaputra2009.files.wordpress.com/2012/03/29-85.jpg?w=300&h=95
Skala Utama = 29 mm dan Skala nonius = 17 x 0,05 mm = 0,85 mm. Maka hasil pengukuran jangka sorong diatas adalah 29 + 0,85 = 29 , 85 mm.
Berikut ini cara menentukan ketelitian dari sebuah vernier caliper atau Jangka Sorong atau Sketmat :
1. Jangka Sorong dengan Ketelitian 0,02 mm
https://suryaputra2009.files.wordpress.com/2012/01/jangka-sorong-0021.jpg?w=300&h=206
Pada gambar diatas terbaca 49 Skala Utama = 50 Skala Nonius
Jadi besarnya 1 skala nonius = 1/50 x 49 Skala Utama =  0,98 Skala Utama
Maka : Ketelitian dari jangka sorong tersebut adalah = 1 – 0,98 = 0,02 mm
Atau : Ketelitian  jangka sorong itu adalah : 1 bagian Skala utama itu, dibagi sebanyak jumlah skala nonius = 1/50 = 0,02 mm
2. Jangka Sorong dengan ketelitian 0,05 mm
https://suryaputra2009.files.wordpress.com/2012/01/jangka-sorong-005.jpg?w=300&h=199
Pada gambar diatas terbaca 39 Skala Utama = 20 Skala Nonius
Jadi besarnya 1 skala nonius = 1/20 x 39 Skala Utama =  1,95 Skala Utama
Maka : Ketelitian dari jangka sorong tersebut adalah =2 – 1,95 = 0,05 mm
Atau : Ketelitian  jangka sorong itu adalah : 1 bagian Skala utama itu, dibagi sebanyak jumlah skala nonius = 1/20 = 0,05 mm
 3. Jangka Sorong dengan ketelitian 0,1 mm
https://suryaputra2009.files.wordpress.com/2012/01/jangka-sorong-01.jpg?w=468
Pada gambar diatas terbaca 9 Skala Utama = 10 Skala Nonius
Jadi besarnya 1 skala nonius = 1/10 x 9 Skala Utama =  0,9 Skala Utama
Maka : Ketelitian dari jangka sorong tersebut adalah =1 – 0,9 = 0,1 mm
Atau : Ketelitian  jangka sorong itu adalah : 1 bagian Skala utama itu, dibagi sebanyak jumlah skala nonius = 1/10 = 0,1 mm
Ketelitian Jangka sorong  adalah : 1 bagian Skala utama, dibagi sebanyak jumlah skala nonius = 1/20 = 0,05 mm (maka : 1 skala nonius = 0,05 mm)
A. Hasil pengukuran suatu benda kerja dengan menggunakan  jangka sorong ketelitian 1/20 mm (0,05 mm) adalah  :
https://suryaputra2009.files.wordpress.com/2012/03/12-25.jpg?w=300&h=106
Skala Utama = 12 mm dan Skala nonius = 5 x 0,05 mm = 0,25 mm. Maka hasil pengukuran jangka sorong diatas adalah 12 + 0,25 = 12, 25 mm.
B. Hasil pengukuran suatu benda kerja dengan menggunakan  jangka sorong ketelitian 1/20 mm (0,05 mm) adalah  :
https://suryaputra2009.files.wordpress.com/2012/03/16-35.jpg?w=300&h=109
Skala Utama = 16 mm dan Skala nonius = 7 x 0,05 mm = 0,35 mm. Maka hasil pengukuran jangka sorong diatas adalah 16 + 0,35 = 16, 35 mm.
C. Hasil pengukuran suatu benda kerja dengan menggunakan  jangka sorong ketelitian 1/20 mm (0,05 mm) adalah  :
https://suryaputra2009.files.wordpress.com/2012/03/21-15.jpg?w=300&h=109
Skala Utama = 21 mm dan Skala nonius = 3 x 0,05 mm = 0,15 mm. Maka hasil pengukuran jangka sorong diatas adalah 21 + 0,15 = 21, 15 mm.
D. Hasil pengukuran suatu benda kerja dengan menggunakan  jangka sorong ketelitian 1/20 mm (0,05 mm) adalah  :
https://suryaputra2009.files.wordpress.com/2012/03/29-85.jpg?w=300&h=95
Skala Utama = 29 mm dan Skala nonius = 17 x 0,05 mm = 0,85 mm. Maka hasil pengukuran jangka sorong diatas adalah 29 + 0,85 = 29 , 85 mm.